Sabtu, 30 Agustus 2014

Tintin dan Milo Jatuh dari Pesawat Terbang

Dalam perjalanannya ke negeri Syldavia, Tintin tak luput dari upaya musuh-musuhnya untuk menghentikan penyelidikannya. Contohnya, ketika terbang dari Praha ke Klow ibukota Syldavia bersama Prof. Halambique ia duduk di bangku pesawat yang sudah dilobangi. Tak ayal, ia jatuh dari pesawat bersama Milo.

Sekali lagi, keberuntungan selalu mengiringi setiap langkah wartawan muda dari Brussels ini. Meski sempat membuka parasut yang berada di bawah bangku pesawat, namun parasut itu terlepas akibatnya kencangnya angin di angkasa. Tintin pun jatuh dari ketinggian yang bisa mengakibatkan kematian jika tubuhnya sampai ke bumi. Pertama yang selamat adalah Milo karena ia jatuh di atas parasut yang sudah mengembang.

Bagaimana dengan Tintin? Tubuhnya memang sempat berada di awang-awang. Ia jatuh ke tumpukan jerami yang dibawa petani dengan kereta kuda. Petani yang kaget melihat parasut jatuh, malah lebih terkejut lagi ketika kereta mereka bergetar. Tintin jatuh ke tumpukan jerami.

Jebakan ke-2 adalah ketika ia meneruskan perjalanan ke Klow (ibukota Syldavia) bersama kereta kuda petani. Ia sebenarnya sudah dijebak oleh komplotan yang akan mencuri Tongkat Ottokar, sesuai dengan judul seri komiknya. Tintin tidak ditemukan karena memang sang wartawan ini sudah curiga. Ia turun dari kereta dan menumpang mobil artis penyanyi yang menghibur Raja Muskar XII penguasa Syldavia. Para penjahat yang berniat membunuhnya terlambat mendapat informasi dari kusir kereta karena sang kusir ternyata gagap...hahahaha.

Detektif kembar Dupont dan Dupond (Thomson and Thompson in English) tampil menghibur dalam seri ini. Di akhir cerita, ketika mereka mendarat di laut dengan pesawat amfibi, si kembar lupa, mereka mengira pesawat jatuh. Ternyata mendarat di laut. Mereka menyadari diri bahwa mereka pelupa. Sayang ketika turun pesawat, mereka masih lupa dan....byurrr.... mereka tercebur ke laut hahahah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar