Jika membaca serial pertama komik Tintin karangan Herge ini, Anda akan tahu apa yang dipikirkan oleh belau, terutama pada saat komik itu dibuat. Ya, Herge secara terang-terangan menentang komunis, terutama Bolshevik dan Lenin.
Komik pertama serial Tintin ini berjudul Tintin in the Land of the Soviets atau Tintin di Tanah Rusia terbitan Gramedia. Seri ini paling banyak menerima kritikan pedas. Apa penyebabnya? Ya itu tadi, karena Herge terang-terangan membawa masalah politik padahal komik ini disukai anak-anak dan remaja.
Dalam satu sesi misalnya, kaum komunis membagikan roti di salah satu sudut kota kepada orang miskin. Mereka ditanya satu persat :"Apakah kamu komunis?" Jika menjawab ya, maka roti akan diberikan. Sedangkan jawaban tidak warga akan dianiaya dan roti tak akan diberikan.
Kedua, dari sisi cerita, Tintin terlalu banyak lolos dari maut dengan cara kebetulan, bahkan tidak sesuai dengan nalar. Misalnya dengan mudah lolos dari bom di kereta api. Satu lagi lolos dari penjara Moskow hanya dengan bersin maka tembok penjara hancur. Yang konyol, polisi rahasia Soviet lari tunggang langgang karena takut dengan hantu, padahal hantu itu hanya Tintin yang memainkan selimut putih.
Nilai positif seri ini ada : menjadi inspirasi bagi komik Herge berikutnya. Tintin memiliki kepribadian dan sikap positif yang pantas ditiru anak-anak dan remaja. Tidak pernah menyerah, mencari cara terbaik dalam memecahkan masalah, kerjasama (meski dengan seekor anjing bernama Milow/ Milo / Snowy), berani dan memiliki keterampilan menggunakan peralatan dan kendaraan.
Meski pun sarat dengan propaganda anti komunis, seri Tintin di Tanah Soviet sangat menghibur terutama anjing pintar bernama Milo yang mampu membuat pembaca dari kalangan anak-anak tertawa terbahak-bahak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar